b9XScSiP5uprs4OZDaq3ViZP3v7bKOTFGF0XWHYM
Bookmark

Tips Agar Terhindar dari Bahaya Beras Mengandung Arsenik




Inilah 5 Tips Agar Terhindar dari Bahaya Beras Mengandung Arsenik. Baru – baru ini tersiar kabar bahwa beras impor asal Thailand diduga mengandung arsenik yang bisa membahayakan tubuh. Arsenik yang terkandung dalam beras merupakan hasil dari proses alamiah yang menyebabkan elemen racun tersebut terakumulasi mulai saat beras tersebut ditanam hingga tumbuh.
Secara kimiawi, arsenik memiliki karakteristik yang serupa dengan fosfor, dan sering digunakan sebagai pengganti dalam reaksi biokimia yang beracun. Selain terjadi akibat proses alami dari alam, arsenik juga bisa muncul dari produk buatan manusia termasuk pestisida. Arsenik level rendah ditemukan di tanah, air dan udara.
Unsur ini diambil oleh tanaman saat mereka tumbuh, dari sinilah awal mula jalan masuk arsenik ke dalam tubuh melalui makanan yang kita konsumsi. Ketika dipanaskan, arsenik akan cepat teroksidasi menjadi oksida arsenik, yakni zat yang berbau seperti bau bawang putih. Selain itu, arsenik dan beberapa senyawa arsenik juga dapat langsung berubah dari padat menjadi gas tanpa menjadi cairan terlebih dahulu. Nah, sebelum Anda terkontaminasi beras yang mengandung arsenik, ada baiknya perhatikan beberapa tips berikut.

1. Anda bisa memulainya dengan melihat tampilan beras. Pilihlah beras dengan warna bening sedikit kekuningan dan bebas dari kutu dan juga kerikil-kerikil kecil. Beras yang terlalu putih biasanya telah dicuci dengan bahan pemutih seperti klorin, tawas bahkan pemutih pakaian dan rasanya agak pahit.

2. Cium aroma beras. Beras yang sehat merupakan beras yang tidak memiliki aroma yang apek. Aroma pandan yang menyengat juga merupakan tanda bahwa beras diberi zat pewangi kimia.

3. Ciri beras sehat lainnya yakni memiliki tekstur yang tidak mudah patah. Gigitlah beras tersebut. jika beras mudah hancur, mengindikasikan bahwa beras sudah tidak baik kondisinya.

4. Untuk mengetahui beras mengandung bahan pelicin atau tidak, remas beras dengan tangan yang kering atau tidak berkeringat. Jika mengandung pelican, biasanya beras akan banyak menempel pada tangan.

5. Sebelum diolah, pastikan Anda mencuci beras di bawah air bersih yang mengalir.

Sebagai informasi tambahan, gejala klinis yang nampak pada paparan kronis dari arsenik adalah peripheral neuropathy yang dikenal sebagai rasa kesemutan atau mati rasa, lelah, hilangnya refleks, anemia, gangguan jantung, gangguan hati, gangguan ginjal, hiperpigmentasi kulit dan dermatitis. Selain itu, arsenik juga bisa menimbulkan paparan akut seperti mual, muntah, diare, dan juga kram otot.
Posting Komentar

Posting Komentar